LHOKEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Di tengah gencarnya pemerintah mendongkrak pendidikan vokasi di Indonesia baik perguruan tinggi maupun tingkatan SMK, untuk meningkatkan kemampuan skil lulusan agar sesuai dengan standar dunia usaha dan industri.

Namun pada sisi lain, saat ini Aceh masih  kekurangan guru SMK. Sebanyak 217 SMK yang saat ini aktif dalam proses belajar mengajar diperkirakan kekurangan guru lebih dari 400 orang dari berbagai kompetensi keahlian.

Dukungan  penuh salah satu perguruan tinggi vokasi di Aceh ini untuk mencetak para calon guru produktif, dan juga untuk peningkatan kompetensi lainya di bidang vokasi, disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe didepan sejumlah awak media dalam acara konferensi pers terkait  untuk meningkatkan daya saing global.

Lulusan PNL dibekali sertifikat kompetensi dan soft skill pada 3 desember 2020 di Kampus Politeknik Lhokseumawe.

Rizal Syahyadi selaku pemimpin Politeknik saat ini sudah menjajaki kerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh  sebelumnya, dan dalam waktu dekat ini akan melakukan Mou dengan dinas Pendidikan Provinsi Aceh agar kebutuhan guru produktif di Aceh bukan lagi menjadi halangan untuk kemajuan pendidikan vokasi di Aceh.

“Kami yakin dengan meningkatnya kemampuan guru produktif akan menghasilkan lulusan SMK yang siap untuk bekerja di dunia usaha dan industri akan  berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Aceh yang lebih baik” pungkasnya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments