Pidie Jaya – Pujatvaceh.com – Meskipun sebagai seorang tenaga guru bakti tanpa digaji selama 14 tahun, Nurhasanah tidak pernah menyerah, ia tetap gigih meniti pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang, yaitu membuat nasi goreng kuning lalu dititipkan di kantin, rata-rata perhari laku lima puluh bungkus.

Selain itu, Nurhasanah juga membantu suami bercocok tanam di kebun, seperti bayam dan sayur mayur lainnya. Dengan penghasilan tersebut ia mampu membiayai anak-anaknya di sekolah, bahkan anak tertuanya sudah kuliah di semester lima.

Di hari ibu, tanggal 22 desember ini, Nurhasanah juga mengundang ibunya ke rumah untuk sekedar berkumpul bersama sambil memeluk ibunya minta diampunkan dosa.

Sementara di sekolah, meskipun saat ini sedang libur semester, di hari ibu ia juga menyempatkan diri datang ke kantor kepala sekolah di SMP Negeri 1 Meureudu.

Nurhasanah, kepada Puja TV mengatakan bahwa meskipun dia sebagai guru bakti tanpa gaji selama 14 tahun, tapi ia tetap mencari cara lain dalam membantu biaya sekolah anak-anaknya dengan terus aktif ke sekolah.

“Saya sudah 10 tahun berjualan nasi bungkus semenjak tamat dari MIN dan masuk ke pesantren. Saya sudah mengajar selama 14 tahun sebagai guru bakti, dari tahun 2007 hingga sekarang. Untuk gaji mengejar sendiri itu tidak ada namun kadang-kadang ibu kepala sekolah memberikan sedikit dari dana BOS tergantung adanya jam atau tidak. Kami tidak mengharap dari itu namun imbalan dari Allah yang memberikan kepada kami” kata Nuhasanah, S.Pd.I, Guru Bakti 14 Tahun

Sementara Kepala SMP Negeri 1 Meureudu Azizah, merasa sedih dengan kisah Nurhasanah, guru bakti di sekolahnya yang penuh tanggung jawab, bahkan ia berharap supaya diangkat jadi pns.

Ibu Nurhasanah ini mengajar pendidikan agama Islam yang dulunya banyak jam mengajar karena tidak ada guru, namun karena kita sudah mengenal internet ibu Nurhasanah tersingkirkan oleh sistem, sehingga jam mengajar berkurang. Hal tersebut menyedihkan untuk kami karena ibu nurahasanah ini guru yang bekerja keras dan rajin di sekolah karena tidak pernah pamrih dan tidak pernah meminta imbalan” ungkap Azizah, S.Pd., M.Ed, Kepala SMPN 1 Meureudu

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments