ACEH BARAT – PUJATVACEH.COM – Dalam rangka memperingati hari santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pondok Pesantren RUMI yang beralamat di Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Meluncurkan program pengajian online yang dapat diikuti melalui Aplikasi Zoom.

Program pengajian tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk mengikuti berbagai kajian Islam.

Tgk. Muhammad Nasir, salah seorang pengurus Dayah RUMI mengatakan program ini memang ditujukan untuk para pemuda.

“Kami ingin agar para pemuda, apapun profesinya & dimanapun aktifitasnya tetap bisa mengikuti kajian-kajian Agama secara langsung melalui aplikasi Zoom dan chanel YouTube Pondok Pesantren RUMI https://www.youtube.com/PondokPesantrenRUMI/ .” Kata alumni Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Terengganu, Malaysia.” Ujar Muhammad Nasir.

Adapun pengajian Online yang dapat diikuti melalui Zoom antara lain: Pengajian Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali (Tasawuf) yang diajarkan oleh Ust. Rowi Ali, Kitab Qabas Nurul Mubin karya Habib Umar (Tasawuf) yang diajarkan oleh Abi Fakhrur Razi, Kitab Qotrul Ghoits karya Syaikh Muhammad Nawawi (Tauhid) yang diajarkan oleh Ust. Dr. R. Fakhrurrazi, Kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Hamami Zadah yang diajarkan oleh Ust. Imam Syafi’i, dan Pengajian Pemuda yang diasuh oleh Tgk. Rahmat Saputra.

Menurut Tgk. Rahmat Saputra, Sejak Pandemi Covid-19, Dayah RUMI aktif menyelengarakan program berbasis online untuk menjangkau masyarakat luas. Ramadhan lalu, Dayah RUMI juga telah membuat program Pesantren Online yang bisa diikuti oleh para pelajar melalui sosial media, seperti kelas membaca Al-Qur’an, kelas menghafal Al-Qur’an (Tahfidz), kelas Ilmu Tauhid, kelas Ilmu Fiqh, kelas Ilmu Tasawuf, kelas Tarikh/Sejarah Islam & kelas Bahasa Arab.

Tak hanya pengajian, Dayah RUMI juga sering mengadakan webinar nasional & internasional. “Kami membuat berbagai program secara online seperti pengajian melalui Zoom & webinar sebagai bentuk nasyrul ilmi (menyebarkan ilmu) kepada masyarakat,” Tambahnya

Pendiri Dayah RUMI ini menjelaskan “dahulu Aceh masyhur sebagai salah satu pusat pendidikan Islam, banyak pelajar dari mancanegara yang belajar ke Aceh. Namun sekarang kami melihat justru banyak pelajar international yang belajar agama ke negeri tetangga. Dengan banyaknya perguruan tinggi Islam di negeri tetangga yang mengikuti standar international/World Class University menjadi daya tarik pelajar mancanegara untuk belajar/kuliah di negeri tersebut.

Tujuan besar dari kegiatan itu ialah, untuk mensyiarkan kembali Aceh sebagai Serambi Mekkah, sebagai salah satu pusat pendidikan Islam.

“Kita mungkin sedikit terlambat dalam masalah itu, Dayah dan kampus kita belum begitu dikenal bagi pelajar internasional. Namun peningkatan kearah itu, sinergi antara Dayah & Perguruan Tinggi Islam harus terus dilakukan agar kita dapat menarik minat pelajar international belajar di Aceh.” Pungkasnya

Dengan webinar atau konferensi international yang sering diadakan, diharapkan Aceh semakin dikenal oleh masyarakat internasional sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang diperhitungkan, sebagaimana yang berlaku ratusan tahun lalu. Tambah alumni Dayah Darul Hikmah & Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik terhadap program ini. Tercatat dalam sistem kami ada belasan ribu yang mendaftar di acara webinar yang diadakan oleh Dayah RUMI. Kebanyakan adalah pelajar, mahasiswa dan dosen. Dengan momentum hari santri ini, mari kita gunakan teknologi informasi untuk berdakwah, termasuk dengan memanfaatkan sosial media,” Jelas Teungku Rahmat Saputra yang juga sebagai Dosen STAIN Meulaboh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments