ACEH UTARA – PUJATVACEH.COM – Seratusan massa yang tergabung dalam gerakan tani untuk reformasi agraria sejati,  serta mahasiswa dari liga mahasiswa nasional untuk demokrasi atau LMND, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Utara, kamis 19/11/20.
Aksi  unjuk rasa yang diikuti oleh seratusan  mahasiswa dan petani tersebut dimulai sekitar pukul 11:20 wib. Sebelumnya para peserta unjuk rasa melakukan long march dari jalan merdeka, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, hingga sampai di halaman Kantor Bupati Aceh Utara.
Dalam aksinya itu, para pengunjuk rasa memberikan lima pernyataan sikap. Diantaranya, mendesak Bupati Aceh Utara untuk mencabut surat rekomendasi  hak guna usaha atau h-g-u yang dikeluarkan pada tahun 2018 kepada PT. Blang Ara Company.
Selanjutnya mereka mendesak Pemerintah Aceh Utara untuk mengeluarkan sertifikat kepada masyarakat di wilayah eks h-g-u PT. Blang Ara Company melalui program tanah obyek reformasi agraria atau tora. Mereka juga mendesak Bupati Aceh Utara untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program tersebut.
Para pengunjuk rasa  juga mendesak DPRK Aceh Utara untuk membentuk  pansus terkait h-g-u tersebut. Serta menghentikan kriminalisasi terhadap petani dalam menjalankan reformasi agraria sejati.
Setelah melakukan orasi terkait tuntutannya secara bergantian, sejumlah pewakilan massa melakukan audiensi bersama plt sekretaris daerah didampingi asisten satu dan dua,pihak bpn dan Dinas Pertanahan Kabupaten Aceh Utara.
Dalam Audiensi Tersebut, Plt Sekretaris Daerah Aceh Utara  A Murtala mengatakan, pihaknya meminta waktu selama empat belas hari untuk mempelajari lebih lanjut terkait permasalahan yang menjadi tuntukan masyarakat tersebut, karena perlu melibatkan banyak pihak.
“Kami minta waktu 14 hari untuk mempelajari terkait permasalahan ini, karena ini memerlukan keterlibatan banyak pihak,”Kata A Murtala Plt. Sekdakab Aceh Utara.
Kemudian A Murtala menambahkan, pihaknya juga telah membentuk tim identifikasi terhadap h-g-u yang telah berakhir tersebut. Menurutnya, tim identifikasi itu sejauh ini telah bekerja namun belum terjun kelokasi.
“Tim identifikasi untuk HGU ini sudah dibentuk, sejauh ini mereka sudah bekerja akan tetapi belum terjun kelokasi,”Sebutnya.
Aksi unjuk rasa tersebut turut diamankan oleh personel gabungan dari kepolisian dan satpol pp Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments